BRMP Bali Hadiri Bimtek Pengembangan Bawang Merah di Kabupaten Badung Sebagai Narasumber
Badung, 24 Juni 2026 – Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas kepada masyarakat dan pemerintah daerah. BRMP Bali menyediakan tiga jenis layanan utama, yaitu layanan jasa pendampingan, penerapan dan diseminasi teknologi pertanian spesifik lokasi, layanan benih atau bibit sumber spesifik lokasi, serta layanan sarana dan prasarana pertanian.
Sebagai bagian dari pelaksanaan layanan tersebut, pada 23–24 Juni 2026 BRMP Bali memenuhi permintaan layanan jasa dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung dengan menghadirkan narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Bawang Merah. Kegiatan berlangsung selama dua hari, dengan lokasi
hari pertama berlokasi di BPP Mengwi yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Badung dan hari kedua di Balai Subak Munggu yang turut dihadiri oleh Plt. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura beserta jajaran.
Bimtek ini diikuti oleh petani dan krama subak yang berasal dari 10 subak di wilayah Kecamatan Mengwi. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya bawang merah yang sesuai standar serta pengendalian organisme pengganggu tanaman secara efektif.
Pada kesempatan tersebut, narasumber pertama, I Nyoman Adijaya, S.P., M.P., selaku Analis Standardisasi Ahli Madya BRMP Bali, menyampaikan materi mengenai standar budidaya bawang merah berdasarkan prinsip Good Agricultural Practices (GAP). Materi ini menekankan pentingnya penerapan teknik budidaya yang baik guna menghasilkan produk yang berkualitas, aman, dan berdaya saing.
Selanjutnya, Anella Retna Kumala Sari, M.P., Analis Standardisasi Ahli Pertama BRMP Bali, memaparkan materi mengenai pengenalan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) pada komoditas bawang merah. Melalui materi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai jenis hama dan penyakit yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman serta langkah-langkah pengendaliannya.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, BRMP Bali juga melaksanakan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) kepada pengguna layanan. Pada akhir kegiatan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung selaku pengguna jasa diminta mengisi kuesioner Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) melalui tautan yang telah disediakan.
Melalui kegiatan ini, BRMP Bali berharap penerapan teknologi budidaya bawang merah yang sesuai standar dapat semakin luas diadopsi oleh petani, sehingga mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, serta kesejahteraan petani di Kabupaten Badung.